Monthly Archives: March 2014

Hasil Penelitian PSW UGM 2013

Penyusunan IDG Provinsi Riau 2013

Dalam buku Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2012, Provinsi Riau termasuk dalam kategori Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi, tetapi Indeks Pembangunan Gender (IPG) rendah dan Indeks pemberdayaan Gender (IDG) rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlu upaya yang lebih keras untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia dengan mengupayakan peningkatan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik dan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Karena itu, diperlukan penyusunan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Provinsi Riau untuk melihat berbagai kebijakan baik bersifat langsung maupun tidak langsung dari program-program pembangunan yang telah dilaksanakan sehingga dapat menggambarkan kondisi terkini (riil) laki-laki dan perempuan di Provinsi Riau sehubungan dengan perannya di berbagai bidang kehidupan dalam pembangunan.

1.1 Kesimpulan
1. Angka Indeks Pemberdayaan Gender berdasarkan kabupaten/kota di Provinsi Riau tahun 2009 – 2010 terjadi penurunan hampir di semua wilayah kabupaten/kota. Angka Indeks Pemberdayaan Gender tiga peringkat tertinggi pada tahun 2011 adalah Kabupaten Indragiri Hulu (64,56), Kota Pekanbaru (62,73) dan Kabupaten Kuantan Singigi (55,16). Tiga peringkat terendah adalah Kabupaten Pelalawan (45,71), Kabupaten Rokan Hilir (57,18) dan Kabupaten Bengkalis (47,36).
2. Satu hal yang memprihatinkan dari capaian Pemberdayaan Gender di Provinsi Riau adalah adanya penurunan angka indeks yang terjadi pada 8 kabupaten. Rata-rata penurunan dari tahun 2009 – 2011 tiga peringkat tertinggi adalah di Kabupaten Indragiri Hilir (-6,95), Kabupaten Kuantan Singingi (-6,95) dan di Kabupaten Pelalawan (4,25). Kenaikan angka indeks hanya terjadi di 2 kabupaten dan 2 kota. Rata-rata kenaikan dari tahun 2009 – 2011 tiga peringkat tertinggi adalah Kabupaten Indragiri Hulu (5,54), Kota Pekanbaru (2,61) dan Kabupaten Bengkalis (2, 38).